Filosofi Cokelat


FILOSOFI COKELAT

Judulnya adalah Cokelat, bukan COKLAT. Menurut seorang penting, cokelat adalah khusus untuk sebutan makanan, minuman, atau sesuatu yang membaui cita rasa. Tapi coklat adalah khusus untuk warna. Let’s talk about chocolate. Sesuatu yang bercita rasa.

Berawal dari sebuah ungkapan temen saya di akun twitter nya “ Hidup itu seperti cokelat dalam box, ga bisa di tebak manis apa pahit”. Sebagai salah satu pecinta cokelat, I think this is an interesting topic. Life and chocolate. Awalya mungkin hanya sebuah perumpamaan. But true, sepertinya ada keterkaitan jika (agak) sedikit di paksakan.

Memang benar. Menurut saya. Itulah hidup. Kita seolah di suguhkan dengan sebatang cokelat yang memiliki rasa asli pahit. Lalu mengapa banyak orang menggilainya? Anggap saja kita sedang menggenggam sebatang/sekotak cokelat di tangan. Ketika sebatang cokelat di suguhkan tanpa brand atau merk, hanya berbungkus kertas aluminium kita tidak bisa menebak bagaimana rasanya sebelum mencicipnya. Is that dark chocolate, cooking chocolate, white chocolate and more. Karena kemasan dalamnya selalu sama. That’s life. Layaknya kehidupan, cokelat ibarat takdir. Tapi belum tentu semua takdir seseorang “pahit”. Kita bisa menemui variant cokelat yang sangat banyak pilihan saat ini. Tergantung bagaimana kita mengolah atau memilihnya. Mengolah sesuai dengan keinginan kita. Mau kita apakan hidup ini agar lebih menarik dan becita rasa. Ada orang yang lebih memilih cokelat asli yang awalnya cenderung pahit tanpa glukosa. Ada pula manusia yang lebih suka kejutan dengan memilih cokelat (hidupnya) dengan penuh sensasi. Namun tak jarang orang yang memilih cokelat yang dilengkapi dengan ornament seru seperti kacang-kacangan atau buah-buahan. Kita bebas memilih, merencanakan, dan bagaimana menikmati cokelat atau kehidupan tersebut sesuai selera. Malah bisa di kombinasikan dengan ingin disajikan panas atau dingin (khusus untuk minuman). Dalam makanan olahan pun kita bisa menakar kandungannya sesukanya. That’s life.

Tapi ingat, dalam setiap kemasan/box cokelat selalu di sertai dengan petunjuk berupa ingredients. Petunjuk yang persis di berikan lewat firasat, sensitivitas (kepekaan), dan doa yang kita panjatkan setiap hari. Ingredients itulah yang akan memberi tahu kita, cokelat jenis dan seperti apa yang akan kita konsumsi. Barangkali itulah kenapa penjual cokelat selalu menyediakan tester ketika menjajakan panganan nya, anggap saja itu bonus ketika kita kurang peka menebak kotak/kemasan tanpa tulisan ingredients/brand tadi.

Ketika sampai langkah ini kita masih belum mampu menebak cokelat semacam apa yang kita konsumsi, bayangkan saja .. mungkin kita telah mati rasa. Tidak punya gairah (passion) dalam mencicipi kehidupan.

Bisa saya katakan, khusus bagi chocolovers jika ingin sedikit berteka-teki bagaimana hidup yng sedang kita jalani sekarang, anda bisa terjemahkan ketika ‘bagaimana anda menikmati setiap bar cokelat atau setiap minuman cokelat anda’. Whatever, bentuk nya apa.

Chocolovers, Iseng – iseng saya coba menebak karakter (tidak mutlak) dalam beberapa variant cokelat :

  • Dark/White chocolate

Anda cenderung ‘lurus’ dan tidak neko-neko, disiplin, apa adanya, taat aturan, to the point dan tidak menyukai hal – hal yang rumit / bertele – tele. Mungkinkah anda tipe orang yang menghargai dan menjunjung tinggi kejujuran? Meskipun terlihat kaku, biasanya anda lebih banyak disenangi orang banyak karena anda sangat fleksibel dalam beradaptasi. Sedikit banyaknya, anda orang yang layak untuk diperlakukn dengan setia. But remember, sometimes anda bisa menjadi seorang yang sangat membosankan.

  • Cokelat bertabur kacang-kacangan

Tipe ini cukup memiliki citarasa tinggi. Karena kacang yang digunakan dalam pelengkap sebatang cokelat tentulah bukan kacang sembarangan, selalu kacang pilihan berkelas. Almond, mete, atau hazelnut. Bukan kacang tanah pastinya J

Salah satu karakter orang yang banyak peminatnya. Apakah anda seorang yang senang “menonjol” dalam komunitas anda? Orang akan selalu menantikan kehadiran anda dalam setiap gigitan. Maka dari itu terkadang kita suka ngamuk dengan menyebutkan “kacang nya kurang banyak”. Karakter yang selalu bersemangat di komunitas apapun, memiliki banyak talenta, dan punya selera humor yang cukup tinggi. Lihat saja barang-barang yang anda miliki, setidaknya ada yang branded? Dalam soal perencanaan, biasanya anda lebih matang daripada penikmat cokelat lainnya. Romantis, Selektif, akurat, analisis, dan memiliki perhitungan masa depan yang baik sudah menjadi kamus dalam keseharian anda. Agree?

  • Cokelat bervariant buah-buahan /cabe

Wow. Jelas penikmat cokelat yang satu ini adalah seorang petualang tiada batas. Selalu menyukai hal – hal baru dan menantang. Pantang menyerah adalah sebuah prinsip. Anda bukan seorang yang membosankan, cocok untuk di ajak berdiskusi dalam hal apapun. Biasanya hidup anda penuh gejolak, perjuangan dan pelajaran berharga. Anda tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan yang ada, you are good advisor and decision maker on it. Berjiwa pemimpin, imajinatif, open-minded, fighter sejati dan lovable. Apakah itu cukup tepat menggambarkan seorang anda? Catatan pentingnya adalah, anda harus mampu membedakan antara ambisi dan optimis.

  • Cokelat bervariant Jejamuan

Dewasa ini cokelat jenis ini juga sedang menjadi buah bibir di beberapa kalangan pencinta cokelat. Seorang yang bergaya hidup sehat dengan menyukai olah raga (minimal sekedar pemanasan). Apakah anda seseorang yang selalu tertarik dengan budaya/tradisi, sejarah, dan selalu ingin tampil beda. You’re the unique person. Orang tipe ini cocok di jadikan partner/konsultan pribadi. Kalem, sedikit kolot, kurang cekatan, dan senang menyendiri. Benarkah anda seorang yang senang mencari ketenangan? Keriuhan/kegaduhan adalah neraka bagi anda. Seperti slogan sebuah produk rokok, Cool Calm Confident, itulah anda.

Semua variant tadi ter-inspirasi dari dan bisa anda temukan di COKELAT ROSO, sebuah gerai cokelat di kota tercinta saya, YOGYAKARTA. Persis. Pemilihan nama yang tepat. Dan ini juga bukan tulisan bersifat PROMO. Hanya analisa sesat yang jika tidak cocok dan tidak berguna, tidak masuk akal bisa anda anggap fiksi belaka. Maafkan, saya hanya seorang yang mengawini kehidupan dengan segala sesuatu berbau filosofi.

Sederhananya, saya menyebutnya .. Chocolate philosophy.

3 thoughts on “Filosofi Cokelat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s