Penyiar Radio Vs Penyebutan Nama Artis Bule


Jangan kira Penyiar radio itu “serba tau”. Apalagi dalam hal penyebutan nama artis Manca. Ini merupakan PR yang luar biasa. Siap – siap aja di cap “Goblok” oleh pendengar yang lebih tau bagaimana spelling yg bener atau ama PD radio nya. Itu karena emang artis – artis bule sesukanya menyebutkan nama nya sendiri. Ada beberapa tips untuk menghindari kebodohan ini :

  • Googling/search di YouTube ttg video talkshow artis yg dimaksud
  • Sering – sering mendengar kan live streaming radio luar. Setidaknya walaupun kita berkiblat dgn penyiar radio luar (yg juga salah) agak sedikit ringan rasanya dosa salah penyebutan nama artis tsb
  • Tanya pada yang lebih mengerti/senior atau siapa aja deh asal jangan ama pendengar (kesannya bego amat nih penyiar)
  • Lebih aman, jangan sebutin nama Penyanyi nya siapa, kalo ada yg nanya? Sebutuin judulnya aja. Atau kalo kurang pede juga dengan “english” kamu, yah terjun bebas aja loe ke laut hahah.

Itu sih trik aman yang biasa saya lakukan. Entah kalo yang lain yah. Masalah yang sederhana, tapi tidak bagi kami seorang Penyiar Radio. Rasanya seperti kiamat kecil atau di timpa palu raksasa ketika ketahuan bego nyebutin di udara, Ohh.. Noo! Mending bokek deh asal tidak me-nololkan diri saat on-air.

Ini juga menjadi salah satu syarat utama ketika penyeleksian menjadi penyiar di sebuah Stasiun Radio. Percuma kalo kamu berwawasan, suara oke, tampang komersil dan pergaulan luas tapi kalo oon hanya untuk masalah kecil ini, ya udah deh .. mending kalo pas lagi ga ada yg dengerin atau ga ada yg ngerti juga gimana spelling nama artis bule itu, selamat deh .. tapi ga mungkin kan?

Saya mau berbagi kebodohan saya, sekitar 8 tahun lalu. Masi nubie di dunia radio. Ketika itu, siaran pagi dan bawain acara berita yang disadur dari sebuah surat kabar lokal. Kebetulan hari itu script writer saya sakit atau kenapa gitu, jadi saya terpaksa langsung baca berita dari koran nya, tanpa di edit, tanpa di baca terlebih dahulu. Hanya bermodal tergesa-gesa, over confident dan nekat.

You know what? ehmm.. tapi plis silahkan terpingkal – pingkal saat tahu betapa cerobohnya saya dahulu. Berita berisi tentang Widodo A.S. Saking terlalu bersemangat nya, saya membacanya : WIDODO AMERIKA SERIKAT. Damn it !

Kenapa ga saya baca Alaihi Salam aja sekalian!

Seketika urat leher saya mau putus rasanya, mau gantung diri saat itu juga. Aarrhh .. tolong! Speechless, tanpa menutup microphone. 5 detik saya termangu, dan untungnya saya masih sempet nge-ralat walaupun dengan suara bergetar nyaris nangis. Dan itu bukan artis loh, bukan pula musisi buleeeeee😥 Stupid! Untungnya saya tidak di pecat saat itu.

Tolong. Don’t try this at your Radio! Namun dari shock therapy itu saya belajar banyak, tidak mau takabur dengan keadaan. Sampai hari ini, saya menganut pedoman di atas aja.

Ada lagi, tapi ini pengalaman berikutnya. Ketika meng-interview calon penyiar, say dan tim meminta nya menyebutkan nama musisi bule dari yang termudah hingga yang tersulit. Misalkan :

  • Limpbizkit : dibaca Limpbizkit (benar)
  • Colbie Caillat : sang calon membacanya Kolbi kailat (harusnya: Kolbi kailey)
  • Bjork : Sang calon membaca Bejork (Harusnya : Byork) Hahaha
  • Lionel Richie : sang calon membaca nya Lionel Riki (Harusnya : Laenel Rici)

Itu hanya part of dosa besar penyiar. Bayangkan saja betapa Bjork murka ketika namanya kita sebut Bejork yang mirip – mirip dengan Bejo? Dan tau ga, hanya karena itu sang calon ter-eliminasi dari audisi penyiar saat itu, padahal saya dan tim nyaris memberinya nilai SEMPURNA.

Oya, saya dan temen siaran juga pernah ga sengaja ngedengerin penyiar Radio tetangga yang menyebutkan Musisi ONCE MEKEL menjadi : Wans. Oh My Gosh! Atau nyebutin 3 Doors Down menjadi Tiga Dors Don?

Atau inget ga, ada penyiar TV yang ingin menyebutkan Metro TV menjadi Metro Mini ? hihih, fatal!

Mungkin kamu pernah mengalami hal serupa? Berani buka aib? Hayoo, siapa yang masih berani mengatakan bahwa profesi penyiar radio itu “MUDAH”?  Berbeda dnegan profesi lainnya, ketika kamu berbuat kesalahan mungkin hanya bos atau partner terdekat yang tau, atau anggaplah satu kantor yang tau. Sementara kami (penyiar radio) harus menanggung malu se-Batam atau bahkan Se-Indonesia (live streaming) atau bahkan sedunia. Betapa tanggung jawab moral yang sangat luar biasa. Betapa kami sedang bertaruh harga diri saat mengudara, dengan pendapatan yang tentunya tidak sebanyak nomer seri uang di gaji mu. Tidak cukup disitu, nama kami akan masuk dalam Buku Hitam Penyiar Goblok. Menyedihkan😦

 

” Penyiar Radio Profesional akan selalu belajar dari kesalahan. Dan Ingat, masa Trainning itu bukan 3 bulan, tapi seumur hidup “

Teruslah belajar😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s