Blackberry Hanya sebuah Gadget


Udah beberapa bulan saya akhirnya menggunakan Blackberry. Meskipun awalnya sempet “gedek” banged dengan gadget yang satu ini, karena menurut saya waktu itu sungguh sangat mengganggu sekali. Saya memutuskan untuk coba-coba merasakan ke-autisan pengguna Blackberry juga berdasarkan tuntutan kerja jadi pure bukan sekedar melatah atau jaga gengsi.

Sebulan pertama agak sedikit girang karena ada aplikasi Push Mail yang memungkin saya menerima dan membalas email kapanpun dimana pun.  Kesan kedua yang saya dapatkan adalah apa lagi kalo bukan aplikasi Blackberry Messenger yang emang hanya di miliki gadget ini, saya ngerasain jauh lebih hemat untuk budget pulsa. Bisa Broadcast Message pula, meskipun saya tidak suka menggunakan Broadcast.

Yang lainnya, tentu sangat menghibur sekali jika aplikasi Fesbuk, twitter, LinkedIn, Foursquare, Yahoo Messenger, GoogleTalk, baca berita, Live streaming beberapa Radio bahkan saya bisa update/reply comment Blog secara online melalui aplikasi WordPress for Blackberry. Itu sih aplikasi yang saya gunakan, masi banyak lagi yg lainnya. FREE Themes yang di sediakan juga lumayan menarik. Jadi kalo lagi dalam kondisi “menunggu” sesuatu atau sekedar pengen ngabisin waktu sebelum tidur, Blackberry menjadi teman yang sangat menghibur. Dapet maenan baru se-komplit ini siapa yang nolak, seolah dunia berasa di genggaman. Berasa urusan jadi mudah dan irit. Tergantung kegunaanya juga dan siapa yang menggunakan.

Repotnya adalah, saya tidak bisa jauh – jauh dari charger dan colokan. Aneh sekali rasanya di jaman sekarang ada orang yang hidup nya tergantung ama colokan😀 Sampe – sampe saya meng-istilahkan bahwa Hidup tanpa Bahagia itu seperti Blackberry tanpa colokan.

Kebetulan saya menggunakan SimCard baru saya untuk gadget ini. Alhasil, tiba-tiba saya menelantarkan nomer handphone primary saya beserta handphone Corby kesayangan saya. Malah sempet akan menjualnya, maapkan Corby😦 . Klop lah sudah, semua aktifitas saya otomatis bergeser ke satu Gadget pintar ini. Dan saya semakin mengabaikan handphone lama saya, yang hanya saya gunakan buat nelpon seseorang/temen berkartu satu Provider.

Yang tadinya saya sangat girang dengan `maenan` yang satu ini, lama-lama saya semakin sadar bahwa saya sudah agak jauh meninggalkan realita. Hihihih. Komunikasi dengan dunia nyata beserta orang-orang nya semakin minim. Saya bisa tertawa terbahak-bahak ketika membaca Timeline orang lain di gadget saya. Saya bisa senyum-senyum sendiri ketika membaca status Fesbuk atau BBM teman-teman, saya bisa bernafas lega ketika mampu membalas email sesegera mungkin, dan saya bisa puas ketika bisa membaca berita update, langsung dari Blackberry. Namun tanpa saya sadari, saya mengabaikan orang – orang di sekitar saya. Orang – orang terdekat.

Mereka mungkin saja kecewa, ketika sedang curhat masalah serius saya hanya mampu menjawab sekenanya saja sambil ngutak-ngatik Blackberry saya. Mungkin juga mereka merasa tersingkirkan ketika saya lebih mementingkan membalas pesan dari Blackberry saya ketimbang melalui SMS di handphone lainnya. Mereka mungkin saja kesal ketika saya seolah tidak serius mendengarkan cerita hari – hari mereka sambil ketawa-ketiwi dengan icon-icon lucu dari Blackberry Messenger Contact. Atau parahnya, mereka mungkin saja sakit hati ketika semua fasilitas itu bukan malah semakin mendekatkan mereka, namun yang ada hanya semakin membuat jauh (Khusus sesama pengguna Blackberry). Kenapa ?

“Karena sekarang untuk mengetahui kabar dari seseorang yang kita kasihi saja harus melihat Timeline Twitter nya”

Padahal timeline itu mungkin saja sudah menumpuk dengan update’an yang lainnya, jadi mereka harus cari kabar kita dengan meng-klick Profile kita dan membaca nya satu-satu. Repot yah ? apa ini manfaat Balckberry sesungguhnya ?

Secara tidak langsung kita menghalangi seseorang yang ingin menghubungi kita secara personal minimal by SMS. Udah gitu, kita akan semakin enggan menerima telpon, secara Blackberry emang boros batre banged (jika menggunakan banyak aplikasi). Maka, terputuslah kita dengan orang-orang masa lalu kita, atau orang yang senantiasa ada disaat kita butuh mereka.

Blackberrry juga terkadang membuat kita lupa segalanya, lupa mandi, lupa makan, lupa buang air, lupa menghadiri meeting, lupa kerja dan lupa bayar Hutang😀 Jangan sampe Blackberry membuat kita lupa sama jati diri sebenarnya yah ? hehhe.

Kerja serasa di borgol ama Blackberry

Bagaimana mau cepet punya momongan ?

Lagi makan malem bareng, ngobrol lewat BBM ?

Wirid Vs Blackberry

Kehabisan tissue Toilet? bisa lap pake Blackberry

(Bagi yg hobby bawa BB ke WC)

.. dan akhirnya Kecanduan / Sakaw tanpa Blackberry ..

Di luar keistimewaan Blackberry yang tadi saya sebutkan,pernah ga sih berfikir terbalik seperti ini ?

“Blackberry jika di gunakan sesuai mobilitas akan meningkatkan Kualitas, namun jika kita terlalu over menyanjung nya, maka akan meningkatkan Obesitas, merusak Kredibilitas, dan menghancurkan Komunitas”

Maksa yah Quote nya😉

Dear Friends,

Blackberry hanya sebuah gadget. Ia bukan orang /benda hidup yang senantiasa ada di saat kita butuh. Mengapa kita harus lebih mencintai Blackberry ketimbang orang-orang yang selalu ada untuk kita ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s