Curhat Perokok


Saya pikir anda setuju bahwa merokok sama sekali tidak mengandung manfaat. Kita bisa lihat saja di setiap kemasan rokok selalu tersedia Peringatan pemerintah :

Merokok dapt menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin.

Namun entah mengapa, tiba-tiba saja jumlah perokok di Indonesia menduduki Peringkat ke-3 di dunia setelah Cina dan India, Wow ! Tentu saja ini bukan prestasi yang membanggakan bangsa kita.Apakah karena Indonesia salah satu negara yang berpendudukan padat ? Tidak juga.

Sangat di sesali jika tahun 2011 ini pun jumlah perokok pemula di Indonesia melonjak hingga 45% dari sebelumnya. Saya membayangkan adik – adik kita yang masih berseragam merah putih sudah memegang sebatang rokok dengan bangga nya. Bisa dengan mudah kita temui di sejumlah kota – kota besar Jakarta, Medan, Makasar termasuk Batam sendiri.

Lalu bagaimana jika perokok wanita pun semakin meningkat di tahun 2011 ini? Jeng jenggg!  Mari kita kalkulasikan berapa uang yang kita bakar per-hari nya dengan membiasakan diri Merokok :

1 Bungkus Rokok (rata-rata) :  Rp 11.000,-

Beli Eceran (batangan)            : Rp 500,-

Kalo anda menghabiskan 1 bungkus rokok per hari nya, sama saja anda membakar uang : Rp 11.000 x 30 hari (1 bln) = Rp 330.000,-

Tinggal di kalikan 2 saja bagi yang udah nyandu kelas berat jika menghabiskan 2 Bungkus rokok per harinya. Wow ! Sepertinya lebih baik jika di jadikan menu makanan, mungkin kita bisa menikmati makan siang/malam yang lumayan bergizi rasanya.

Menurut pengakuan perokok yang saya temui, banyak yang berasumsi bahwa mereka lebih baik tidak makan dari pada tidak merokok. Sebuah pernyataan mengejutkan. Jadi merokok itu bisa membuat kenyang dong ? Saya ingin tahu apa alasan paling dominan anda hingga saat ini masih menggemari kegiatan berasap ini :

a. Lifestyle

b. Mempercepat kerja Otak

c. Penghilang rasa sepi/suntuk

d. Penghilang bau saat BAB (buang air besar)

e. Social Life bagi sosial smoker.

Jika ada alasan – alasan lain, silahkan saja di tulis di bagian komentar.  Saya jadi teringat dengan masa remaja saya, yang suka curi – curi menghisap rokok. Saat itu saya masih duduk di kelas 2 SLTA. Kebetulan saat itu saya mendapat Magang ( PKL) di sebuah perusaan minyak di Riau. Tentu saya membaur dengan tenaga kerja yg mayoritas kaum Pria. Mereka bisa menyelesaikan pekerjaan nya sambil merokok, lembur sambil merokok atau meeting sambil merokok. Sebagai perokok pasif, sangat menyesakkan dada rasanya berada di antara mereka, jengkel ? pasti.

Hingga akhirnya rasa ingin tahu saya mulai menggelitik , apa sih rasanya merokok hingga mereka tidak bisa lepas dari gulungan tembakau itu ? Bahkan ada yang dengan sangat frontal menjelaskan bahwa Rokok semacam Istri kedua mereka haha.

Suatu malam saya membeli sebungkus rokok, karena waktu itu saya sama sekali tidak mengerti bahwa rokok ternyata bisa di beli eceran / batangan. Setelah mencoba, sesak pun seperti mencuri seluruh rongga pernafasan saya. Hingga diam-diam saya merasakan semacam mabuk, pusing dan lemas. Efek nya masih terasa hingga keesokan pagi dan saya jera.

Ingat sekali ketika Ibu saya tidak rela jika uang saku yang di berikannya saya gunakan untuk membeli rokok pake di umpetin lagi. Makanya di rumah saya selalu ada Razia rokok setiap harinya hihih. Bebas dari razia di sekolah namun saya tidak pernah selamat dari razia Ibu saya. Indera penciuman Ibu saya cukup sensitif karena memang tidak ada perokok di rumah saya (nakal yah saya).  Inilah yang banyak terjadi dengan generasi muda kita sekarang, malu rasanya saya menjadi salah satu di antara mereka.

Btw, karena beragamnya dan kepintaran produsen rokok menciptakan kenikmatan dari sebungkus rokok, ada yang beraroma Mint, Capuccino dan Buah-buahan serta ada rasa manis di busa rokok nya, saya pun mencoba lagi. Hingga saya menemukan soulmate saya pada sebuah merk rokok. Tetap tidak ada kenikmatan di dalamnya, saya hanya menjadikan rokok sebagai penghilang suntuk, atau teman setia saat bekerja. Sugesti saya, kok rasanya otak dapat lebih mampu produktif  dan kreatifitas meningkat jika bekerja di temani sebatang rokok, namun saya bukan penggemar kopi (pasangan rokok).

Setelah mencari tahu, ternyata kandungan zat yang ada di dalam sebatang rokok mampu membuat fikiran lebih tenang atau rileks. Ini lah kenapa kerja terasa lebih produktiv bila fikiran rileks. Namun saya tidak menganjurkan, setelah mengetahui bahwa terdapat 4000 bahan kimia dan 400 racun di dalam sebatang rokok. OMG !

Bayangkan saja jika kita mengisap TAR yang merupakan bahan baku pembuat Aspal setiap harinya dan bersarang di paru-paru kita. Jika pernah melihat kemasan rokok di Singapura, rasanya cukup membuat ngeri untuk melanjutkan merokok sambil menenteng-nenteng kotak rokok yang bergambar jenis – jenis Kanker akibat rokok. Andai saja kemasan rokok di Indonesia juga demikian, bukan malah mempercantik design bungkus rokok. Setidaknya, walaupun para perokok tidak langsung berhenti, minimal terketuk hatinya untuk sadar kesehatan.

Saya pernah berhenti sekian bulan, rasanya nikmat dan hidup terasa lebih sehat dan berat badan terasa naik. Efek positif lain yang saya rasakan adalah wajah lebih berseri dan bersih. Selain itu, tentu saya lebih hemat dari biasanya. Kebetulan saat itu saya di tegur oleh Allah Swt melalui sebuah penyakit pernafasan. Saya bandel !

Sempat mempertanyakan, apakah merokok itu haram ? Atau di larang oleh Agama ? atau .. apakah ada dalil nya ? lalu Tuhan mengirimkan saya ke Rumah Sakit untuk mengetahui jawabannya.

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” [Al Maa-idah 88]

Memang tidak secara terang – terangan Sang Pencipta menegur kita, namun DIA sangat menganjurkan kita mengkonsumsi yang baik, lalu apakah rokok baik untuk kita ?

Terus terang, saya masih mengkonsumsi nya saat ini walau terkadang hanya sebagai Social Smoker. Merokok adalah Aib bagi saya, saya akan malu mengakuinya di lingkungan baru. Dan baru ini saya berani mempublikasikannya agar kita semua menghargai diri dan kesehatan kita, semoga belum terlambat. Jika dulu saya bisa meninggalkannya, kenapa sekarang tidak ? Bagaimana dengan anda ?

Bismillah.

Keep Inspiring People.

Mari kita buat produsen rokok bangkrut😀

6 thoughts on “Curhat Perokok

  1. bener banget, merokok itu aib😀
    dulu kalau ngga ketemu rokok dan kopi sehari rasanya seperti pengen bunuh orang wkwkwk tapi sudah 1 tahun ini bisa bebas dari kopi…harapan saya bisa lepas dari rokok juga…eh ternyata kopi berhenti rokok maih tetep jalan…
    ada temen nyaranin pake rokok elektrik…tapi saya takutnya malah jauh lebih berbahaya kalo yg sintetis2 ngga jelas gitu…
    pernah lihat terapi yang pake obat..tapi ada temen yang lepas dari rokok eh malah ga bisa lepas dari obatnya (sama juga bo’ong) hahahaha
    temen saya bilang kalo ga “niat” berhenti ya ga bakal bisa berhenti…nah masalahnya buat “niat” musti ada motivasi….nah motivasi buat berhenti merkok itu yang sampai saat ini saya belum nemu😀
    bener2 aib ini rokok…..

    • Moltivasi nya bisa minta tolong ama orang2 terdekat. Pastiin bahwa rokok itu sama sekali merugikan , sugesti ! hehhe

      • wah ndak kurang kalo itu😀 tapi kebanyakan memang pada ga tega kalo liat saya gelisah gara – gara ga nemu rokok.😀 Untuk sementara yang sedikit manjur ternyata mengurangi jatah rokok sehari, sekarang sudah bisa 5-6 batang saja / hari. Tapi ini rokok kretek yang segede gaban wkwkwkwkw …. target saya harus bisa sampe dibawah 3 batang per hari

  2. beh.. keren artikelnya..
    ga kebayang saat kita kerja tanpa rokok..
    but overall.. doain gw biar bisa brenti ngrokok jg😀
    btw tetap smangat.. Hidup jill..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s