Dunia “tarik suara” masa kini


” Wow , ternyata gampang yah untuk jadi terkenal ?”
Barangkali itulah kalimat pertama kali yang terucap saat menyaksikan “artis-artis Instant bermunculan di Media Televisi. Bagi yang pernah bercita-cita ingin terjun di dunia keartisan, tentu ini bisa menjadi penyemangat dan bisa pula menjadi tolak ukur sesaat yang menyesatkan.

Kita bisa lihat di awali dengan semakin marak nya ajang reallity show pencari bakat di tanah air, yang pada akhirnya para peserta yang “unik” akan berhasil menapaki karir di dunia hiburan (televisi). Bahkan mirisnya pelaku bisnis televisi terkadang tak lagi mengindahkan yang namanya Kualitas sang calon artis.

Dewasa ini, yang paling banyak menyita perhatian adalah pelaku dunia tarik suara. Mari kita flashback sejenak , saat dulu ada sebuah tayangan Asia Bagus , sebuah ajang pencarian bakat dunia tarik suaran se-Asia yang bener-bener bermutu (menurut saya). Namun jaman sekarang, untuk menjadi musisi terkenal sepertinya tak perlu terlalu bersusah-susah payah. Cukup punya Tampang yang Cute dan suara pas-pasan. Atau, cukup upload saja video lipsync kita ke situs YouTube.

Aneh nya lagi, entah kenapa orang-orang yang terbiasa menilai sebuah bakat rasanya semakin tidak cermat memilah milih sebuah talenta untuk di tayangkan di media. Bahkan terakhir ini, seorang musisi yang masih di bilang pendatang baru, memiliki arogan tinggi untuk membentuk sebuah Band yang mirip Kloningan band ternama sebelumnya. Sokor-sokor kalo mereka memang memiliki Bakat. Kalo tidak ? Barangkali sudah berapa sepatu melayang di panggung😀

Saya tidak bermaksud menyinggung pihak manapun, itu fakta yang harus di akui.

Lihat saja musisi-musisi jaman baheula, lagu nya sampai saat ini masih tetep enak di nyanyikan, di kenang dan bahkan sampe di aransemen ulang saking bagus nya (dalam arti yg sebenarnya). Lagu yang mereka bawakan menjadi lagu abadi yang ga hanya bertahan 3-4 bulanan duank di chart Radio. Setelah itu lenyap ? Itulah pentingnya Kualitas yang di dapat dengan penuh perjuangan.

Yang paling menyedihkan lagi jika kini masyarakat / penikmat entertain pun tidak bisa memilah-milih seniman yang bakal di jadikan idolanya. Entertaint memang kerap kali bermakna hiburan, namun apa itu saja sudah cukup untuk menjadi Seniman Sejati ? Jangan-jangan malah menjadi artist instant musiman ?

Nilai-nilai kreatifitas, kualitas dan potensi itu kini sudah mulai pupus dari sosok seorang penghibur (entertainer). Kualitas musikalitas pun mengalami Degradasi yang lumayan mengenaskan🙂 heheh.

Ayo dong, yang punya bakat beneran jangan malu-malu unjuk gigi, tingkatkan kualitas dunia tarik suara/entertain di Indonesia. Jadikan Potensi dan Kualitas menjadi runutan paling depan untuk mengawali sebuah karir di dunia entertain.

Dan untuk para pemilih bakat, semoga lebih wise lagi menyaring calon-calon artis, lebih transparan dan adil makmur sentosa, bukan karena “faktor tanda kutip” seseorang tiba-tiba melejit dengan kualitas di bawah standar (nol). Misalkan : Karena faktor uang banyak, bisa di jadikan selingkuhan atau anaknya pejabat. Kasihan ama yang bener-bener berkualitas mesti berdesakkan bersaing di entertain-nya Indonesia.

Dan mudah-mudahan saja, masyarakat juga semakin bijak dalam memilah-milih pelaku bisnis hiburan mana yang harus di dukung.

Maaf, ini bukan sekedar mengkritisi, tapi sebuah bentuk Motivasi, peace !

Let’s entertain Our brain !

Note : Mudah-mudahan saya menjadi salah satu musisi yang mengutamakan Kualitas suatu hari nanti (amien).

Karena saya menjual “kuping” bukan “tampang😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s