Bijak beriklan di Media Radio


Beriklan di Media elektronik jaman sekarang sangat menunjukan peningkatan yang cukup signifikan. Tingkat kreatifitasnya pun semakin bole di acungin jempol.Beriklan di Media Elektronik sangat berlawanan dengan beriklan di Media Cetak.

Perbedaan yang paling menonjol adalah : Penyajian materi iklan yang akan di sampaikan kepada masyarakat. Bisa kita lihat dan bandingkan, jika kita membaca surat kabar/majalah, iklan yang tertera disana memuat materi yang selengkap mungkin. Mulai dari Nama Produk, Manfaat/keunggulan, Paket Promo, alamat website, alamat toko, hingga sederet nomor telpon yang sering nya tidak cukup hanya 1 (satu). Gunanya adalah, agar si pembaca media betul-betul mengerti akan isi komersial yang di sampaikan.

Namun, berbeda jika kita menyimak periklanan di Media Elektronik (Televisi dan Radio). Biasanya Materi iklan di sampaikan sesingkat mungkin. Misalkan : hanya bermain dengan Nama Produk, Kelebihan/keunggulan/, alamat website (jika ada), alamat toko dan 1 nomor hotline (no cantik) yang mudah di ingat.

Itulah kehebatan kata/audio. Media radio mengandalkan “doktrin” yang di tanam di ingatan pendengar dengan hanya mendengar kan 1 kali saja iklan yang di maksud maka berharap pendengar akan langsung ingat dengan Materi yang di sampaikan. Sangat di anjurkan jika Materi iklan di bumbui dengan kata Trendsetter atau keunikan lainnya.

Dalam dunia Radio, istilah Iklan di kenal dengan Spot, yang terdiri dari Iklan Monolog dan Dialog. Cost Produksi / pembuatan nya pun berbeda. Untuk iklan baca di kenal dengan sebutan Ad-Lips. Biasanya Iklan baca /adlips ini lebih mahal rate nya ketimbang iklan Spot, karena dalam pembacaan ad-lips akan banyak ragam (sesuai penyiar) yang membacakannya, sehingga tidak monoton.

Namun, selama saya pernah menjadi seorang Produksi Radio (pembuat iklan) di Batam, kelihatannya masih banyak klien yang masih belum mengerti “Cara Beriklan” di Radio dengan bijak. Mereka masih memiliki style radio AM dimana untuk iklan spot membeberkan materi iklan yang sangat panjang lebar seperti hal nya Iklan di Media Cetak. Akhirnya durasi iklan spot pun akan lebih dari 60 second. Padahal alangkah lebih baiknya jika durasi Iklan Spot hanya 30 detik dengan maksimal 60 detik. Materi pun harus di padatkan. Agar pendengar dapat dengan sangat mudah mencerna isi iklan dan mudah di ingat.

Sebagai pendengar, saya sendiri tidak akan ingat jika mendengar iklan yang durasi nya panjang dan informasinya ribet apalagi jika iklan tersebut harus di berendeng dengan iklan-iklan lainnya.

Spot Iklan yang bagus (menurut saya) adalah :

  1. Durasi : tidak lebih dari 60 detik. Lebih baik 30 detik.
  2. Materi singkat dan padat
  3. Voice over (pengisi suara) disesuaikan dengan jenis iklan
  4. Menciptakan kata-kata yang akan menjadi “Trendsetter”
  5. Sound Mixing yang rapi dan tidak ribet
  6. Meminimalisir penggunaan FX (Misal : Bumper, smash, echo, reverb dll)
  7. Natural alias ga di buat-buat.

Tujuan beriklan di Media Radio adalah agar membuat pendengar penasaran dan selalu menantikan iklan tersebut di putar lagi. Andakah klien kami ?

So, Mari beriklan dengan Bijak !

Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s