Radio mengajarkan aku “melacur dgn bijak”


Awal karir siaran saya tentunya banyak pertentangan dari orang-orang terdekat. Ga bisa di pungkiri, bagi orang daerah profesi ini di nilai ” tidak ada apa2nya “. Menyedihkan .. padahal andai saja mereka tau kalau untuk menjadi penyiar yang ga cuma bisa siaran duang itu susahnya setengah mati, karena ga semua orang punya hati yang sensitif buat turut ngerasain curhatan pendengarnya, karena tidak semua orang punya ketajaman imajinasi saat membayangkan apa yg dilakukan pendengar (kedekatan emosional) , karena tidak semua orang punya keahlian jago ngeles atau ngelucu yang natural alias ga di buat-buat. Tidak semua orang juga yang memiliki kekuatan ” untuk di dengar “, tidak semua orang yang punya kharisma saat berbicara langsung by phone dgn pendengar nya saat pedekate, dan tidak semua orang mampu nge-blend’in otak yang ruwet pikiran yang kusut dengan permainan emosi dengan lagu. Semua itu Anugerah. Itu bakat,Unik,  susah di dapetin.

Coba aja salah satu dari semua itu ilang, ga sempurna deh jiwa penyiar dalam diri kita. Pernah salah satu trainner saya ngajrin satu ilmu yang sebenernya norak, yaitu kemampuan MEMIKAT. Yiihaa  !

Coba di bikin list dulu bagi yang punya temen2 cowo penyiar radio, ada ga yang ga Playboy ? Minimal penggombal rayuan kelapa deh ? Itu semua mereka dapetin dari Meja siaran loh, ati2.

Nah, ilmu yang satu ini mudah buat di terapkan :

1. Atur jarak Microphone dan bibir sexy mu paling banter 1 jengkal.

2.Atur intonasi dan artikulasi bicara. Fokus , eskpresif dan apa adanya

3.Jadi diri kamu sendiri, jgn sekali2 menghayal kmu jadi pacar si penelpon saat doi curcol.

4.Tunggu telpon berdering setelah ON AIR. Kalo ga di telp balik, berarti kamu apes ..

5.Saat si penelpon (lawan jenis) menelpon kembali saat OF AIR, angkat ! Jgn sok jaim, tetep apa adanya.

6.Sapalah dengan hangat, dan tetep atur jarak gagang telp dgn bibir mu 1 jengkal.

7.Layani obrolan nya, penasarannya, tapi jangan lebay apalagi sampe gombal2. Nyante aja.

8. Pasti deh doi minta no hape kamu😀

9. Berdoa dan bertawakal lah bagi yg jomblo, siapa tau doi jodoh kamu. Banyak kok kisah romansa Penyiar dan pendengarnya.

 

So, ga perlu trik macem2 kalo mo ngebentuk ” Nilai Jual ” dalam sosok penyiar. Ga perlu sok Jaim juga, sok tenar apalagi sok siarannya paling canggih.

 

Pesan dari cerita ini :

Nilai jual / Brand Image setiap penyiar , selalu di mulai dari ” Membiarkan pendengar menilai diri mu “.

So let’s be nice & down to earth🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s