Contoh standar pelayanan konsumen


Entah kenapa rasanya saya koq ilfil yah dengan standar pelayanan konsumen di Negeri kita ini.Tidak semua tapi beberapa.Kecewa.Lagi – lagi blog ini isinya komplain, tepatnya saya akan berkoar jika melihat ketidak adilan di sekitar saya.Saya ingin mengambil contoh dari pengalaman pribadi saya.Hal ini terngiang lagi ketika beberapa waktu lalu sahabat saya di Opname di sebuah Rumah sakit.

Setahun yang lalu, saya sempat mengalami hal yang sama, kurang lebih seminggu saya terbaring di rumah sakit.Berawal dari pelayanan di UGD yang sangat tidak welcome.Rasanya pengen ngamuk saat itu, sekujur tubuh saya sudah dingin dan membeku rasanya akibat Bronchi yang saya alami.Sempet menunggu kurang lebih 1/2 jam untuk menunggu dokter umum yang akan memeriksa saya.Awalnya saya di diagnosa mengidap Maag.Ngarang .. jelas-jelas saya pernah mengalami Maag sejak SD, tahu betul perbedaan rasanya.

Setelah itu saya di pulangkan dengan membawa beberapa jenis obat Generik ( maag ). Tentu saja tidak ngefek sama sekali.Feeling saya mengatakan memang ada yang tidak beres di bagian Paru-paru.Tapi entahlah, koq rasanya dokter tersebut asal-asalan mengecek saya.Kesal, karena saya tahu beliau salah.Saya tidak pernah masalah dengan obat-obatan yang saya dapatkan  karena emang kelas ASKES yang saya dapatkan hanyalah karyawan biasa.Itu wajar, di karenakan harga obat-obatan paten emang sangat mahal.

Seminggu di rumahkan saya sudah tidak tahan lagi, berkat pemaksaan dari seorang sahabat yang care pada saya , saya di anjurkan menuju ke Dokter spesialis penyakit dalam.Hasilnya ? Mengejutkan. Bronchitis, postive.Saya harus di Opname untuk penyedotan cairan yang bersarang di rongga dada saya.

Intermezo sedikit, ini bukan pertama kali nya saya masuk UGD. Beberapa kecelakaan sepeda motor juga,  diskriminasi sekali rasanya ketika mengetahui saya tidak jadi di rawat setelah perawat bertanya-tanya dengan orang sebelah yang memiliki kartu kesehatan dengan golongan tinggi, saya di acuhkan begitu saja. Ya sudahlah, saya tinggalkan saja dalam keadaan berdarah-darah .. sambil berkata pada perawat oon itu : ” Heh, saya masih mampu beli sendiri kalau hanya Betadine , Perban dan Rivanol “. Begini cara kalian memperlakukan pasien ?. Sadis ? saya rasa mereka pantas mendapatkannya.Kayak ga sekolah aja.

Beberapa hari kemudian Ibu dan adik saya datang dari kampung halaman.Mereka menjaga ku di ruangan yang berisikan kira-kira 8 orang.Kelas rame-rame tentunya.Kekecewaan ku bertambah lagi, ketika jam 6 pagi seorang petugas keamanan masuk ke kamar-kamar pasien dan memarahi “yang menjaga” pasien tiduran di sisi pasien.Bangun !!! Ya Allah .. saya memnbayangkan betapa lelah nya mereka yang menjaga kita (pasien) semaleman terjaga karena kerewelan saya.Di bentak dengan cara seperti itu, tidak manusiawi.Apakah dia memiliki kebanggan tersendiri sebagai petugas keamanan yang mengeluarkan kata-kata kasar ? Dia itu memarahi orang baik, bukan maling atau penjahat.Ibu ku di usir keluar dari ruangan tersebut dan terpaksa hanya bisa berdiri di Balkon rumah sakit. Yaa ampuun.Toh saya tidak di tungguin 1 RT koq disana.Adik saya juga udah gede, ga berisik apalagi ganggu pasien lainnya ( malah ibuku dengan senang hati membantu pasien yg tdk di jaga oleh keluarganya ).Sakit hati ku .. lantas aku berfikir sambil mengingat-ngingat.

Beberapa kali aku menjaga sahabat-sahabat ku di RS ( kelas 1 dan VIP ) seperti nya tidak ada kejadian seperti ini ? Ohh .. apa mungkin saya hanya berada di kelas BIASA yah ? Dalam keadaan sakit pun aku menyelidiki ke ruangan lainnya di kelas yg sama dengan ku, ternyata sama.

Pertanyaan saya :

” Apakah orang biasa tidak berhak mendapatkan pelayanan yang sama dengan “orang punya ” ?

” Apakah RS tersebut tidak memiliki standar perawatan ? ”

” Apakah di rumah sakit pun masih ada sistem DUIT YANG BERBICARA ? ”

Saya kecewa dengan orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Notes :

Apakah saya akan menjadi Ibu Prita berikutnya ?

Maaf, saya jadi under estimate terhadap pekerja kesehatan yang terlibat disini.

2 thoughts on “Contoh standar pelayanan konsumen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s