Meng-Aplikasikan IKHLAS yang tak mudah


Finally ..

Alhamdulillah.Beban hati ku selama setahum pupus sudah.Sekedar berbagi ..

Pagi – pagi banged,aku menuju sebuah tempat perkreditan sepeda motor ku yang harusnya urusan ku sudah usai sejak  satu 1/2 tahun yang lalu.Tujuan ku adalah mengambil hak ku yang tak sempat tertebus,BPKB Motor alias Buku Hitam.Lega rasanya,selama ini aku seperti mengendarai kendaraan yang belum ‘hak’ rasanya.Jujur saja, ada kebanggan tersendiri mendapatkannya.Bak anak sekolahan yang baru saja menerima raport dengan nilai A semua.Secara aku tahu bener mendapatkannya penuh perjuangan,korban perasaan dan finansial.

Flashback sejenak.

Dulu banged,aku memilih untuk mencicil motor ku dengan menggunakan jasa Kolektor,setelah mencoba mengantri di 4 bulan pertama dengan menghabiskan waktu yang tidak sedikit sekurang-kurangnya 6 jam baru mendapat panggilan.Mengesalkan setelah mengetahui terjadi banyak kecurangan di sana sini.Bagi yang punya kenalan “orang dalam” maka urusan nya akan lebih cepat dari yang lain.Lalu aku menemukan adanya calo karcis antrian yang di perjual belikan,terlalu.Tidak adil.Tidak jarang aku menemukan orang-orang yang ngamuk karena di perlakukan “curang” oleh perusahaan yang terletak di sei.panas tersebut.Aku masih sangat kalem saat itu,hanya memendam di dalam hati dan puas ketika beberapa orang mewakili teriakkan ku.Tapi itu bukan hal satu-satunya yang ku temukan dalam kondisi tidak adil.

Suatu hari,aku merasa di tipu mentah-mentah oleh sang dept kolektor yang membawa lari sejumlah uang setoran denda ku.Kenapa di denda ? Karena harusnya dia tau bahwa aku sungguh mati-matian berjuang membayar cicilan 2 tahun itu.Tega.Percaya saja ternyata tidak cukup di Batam ini,apalagi untuk orang yang baru di kenal kemaren sore.Aku mencoba membesarkan hati,dia melakukan itu hanya karena terpaksa dan kepepet.Tapi terus terang .. aku todak rela dan sulit menemukan kata IKHLAS saat itu.Itulah mengapa hari ini aku baru kembali ke tempat itu untuk mengurusnya lagi.

Sungguh,aku sangat membara ketika ingin mencurahkan kisah ini pada siapa pun.Pada saat aku menuntut di manajemen nya,aku malah di perlakukan sangat tidak manusiawi.Aku datang dengan itikad baik,ingin mencari win2 solution tetapi malah aku di caci maki dan mendapatkan perlakukan kasar.Rasa percaya ku kini membunuh ku.Sakit rasanya,isakkan ku pun tak ada artinya.Aku telah di perlakukan semena-semena lalu aku di hardik dengan kata-kata kasar,apa salah ku ? Aku hanya ingin “hak ku”.Aku telah menjadi korban penipuan lalu di anggap sampah oleh pihak penyelenggara kredit.

Walaupun kini aku telah lega,tapi aku sangat ingin menampilkan nama perusahaan tersebut.

Maaf .. Pihak WOM Finance .. harusnya anda tahu standar pelayanan yang baik terhadap konsumen.Yang saya lihat hanyalah tindakan tidak berpendidikan.Sumpah serapah yang kalian berikan hanya akan memperburuk citra anda.Kami para konsumen bukan pengemis,kami hanya ingin melunasi kewajiban.Terima kasih pelajaran yang telah saya di dapatkan.Saya yakin,saya bukan orang pertama yang di perlakukan seperti ini.

Setahun ½  saya harus menemukan kata Ikhlas untuk legowo menghadapi kekejian pihak mereka.Harusnya mereka malu memiliki karyawan yang tidak bertanggung jawab,tapi yang saya temukan .. mereka semakin menutupi nya terang-terangan.Tidak adil.

Tidak mudah mengaplikasikan “Ikhlas” dalam keseharian.Hingga saya menulis inipun , hati saya masih terluka rasanya.Saya tidak mengerti bagaimana mereka merekrut karyawan-karyawan  nya.Tidak ada nya keramahan sama sekali dan standar pelayanan yang sangat buruk bisa di pertahan di sana.Kasarnya,orang mau bayar hutang kok malah di kasarin.Damn !

Mudah-mudahan tidak ada “saya-saya” yang lain lagi setelah ini.Please .. do take care dengan pelayanan perusahaan swasta di Batam.Saya tidak bilang semua nya jelek,tapi mohon di pertimbangkan.Kecerdasan dan nama baik tak ada artinya tanpa Attitude yang baik pula.

Saya tidak ingin menutupinya jika ini emang fakta,yang jelek memang harus di publikasi agar sadar dan di jadikan bahan pertimbangan,terutama pihak yang bersangkutan.Sampai hari ini pun saya tidak melihat adanya perubahan layanan.Terjadi percakapan singkat pagi ini ;

Saya : Maaf mbak,tolong di liatin berapa denda yang harus saya bayar.Ini STNK saya ..

Teller : Buku cicilannya mana ?

Saya : Tidak ada . karena buku saya beserta uang setoran saya di bawa lari oleh salah satu Staff  sini

Teller : heee .. mana mungkin bukunya hilang atau di bawa lari (dengan nada meremehkan)

Saya : Untuk apa saya ngarang cerita ?

Teller : heh , kesana aja lah dulu minta print kan aja .. ( dengan nada masih meremehkan dan memerintah)

Saya : Bukannya kalian harusnya ada database nya ?

Teller : Tapi system kami lagi error ga bisa akses kalo ga pake buku.

Saya : alasan yang sama setahun yang lalu.

Aku menuju ke bagian CS sambil merampas STNK ku,aku tidak suka perlakuannya.Setiba di CS pun masih harus menunggu lama sekitar 20 menit tanpa penjelasan apapun.Lalu aku ketahui mengapa aku di anggurin di sela-sela candaan para staff ( yang ga penting ) bahwa system juga masih error.Masih sempet bercanda di saat-saat antrian ? Damn.

Aku jadi teringat dengan  perkataan sang manajemen setahun ½ yang lalu

“ Heh .. kalau kau mau melawan kami juga tidak akan menang !! “.

Jawaban seperti apa itu.Lalu ku tunjukkan bukti SMS dari kolektor bernama Vitercon  yang telah menipu ku.Ia sempat mengaku sebelum ia meninggalkan batam.Itu juga belum bukti nyata bagi mereka ? Ku tunjukkan kwitansi-kwitansi yang di penuhi tanda “bintang” yang tak aku mengerti maknanya,ada angka tersembunyi disana yang mana itu merupakan setoran ku yang tidak di setorkan.Jujur .. aku merasa terzalimi.

Thanks untuk membantu ku menemukan kata Ikhlas hari ini.

Mudah-mudahan pihak yang bersangkutan dapat memperbaiki kekurangannya agar perusahaan itu bisa terus berjalan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s