Jogja I’m In Love | Never Ending Asia


Setelah kurang lebih 8 tahun menunggu Jogja ku,akhirnya ku mencium tanah Jogja di tanggal 6 Mei 2010.4 hari disana seolah menjawab mimpi ku,berdebar .. dan tiba-tiba menjadi norak.Suatu berkah luar biasa,yang setiap aku bangun pagi .. aku masih tak percaya bahwa aku telah di Jogja.Mungkin biasa bagi siapapun yang pernah atau biasa ke Kota ini.Tapi tidak bagi ku.Sungguh butuh waktu dan pengorbanan untuk mencapai keinginan ku,this is the next destination .. itu ucap ku.

Pengen berbagi cerita dikit disini.Aku tahu,waktu ku tak banyak untuk sekedar mengagumi kota ini.Tapi untuk sebuah pencapaian pendidikan,ini suatu hal yang langka yang harusnya aku berada disini sejak beberapa tahun yang lalu.

  • Graffity on The Wall

Hampir sepanjang jalan di jogja penuh dengan Graffity,karya putra putri setempat.Ga sembarangan.Kabarnya sih ini emang cara pemkot setempat untuk menyalurkan kreativitas anak-anak   muda Jogja.Bener juga sih,ketimbang di coret-coret ga jelas , mending di bikin seni graffity.Hingga melakukan aksi demo pun harus dengan menggunakan seni.Tidak anarkis.Cool.

  • Rumah Kentang

Mitos nya,kalo malem udah tiba rumah ini menebarkan aroma kentang.Hehehe .. belom sempet nyari tau sejarahnya.Tapi yang pasti rumah ini salah satu dari puluhan bangunan dengan aksen klasik peninggalan penjajah Belanda.

  • The House of Raminten

Salah satu tempat makan lesehan referensi terbaik dari seorang Teman sekaligus Tour Guide ku hehe.Yang empunya namanya Pak Hamzah.Menurut cerita,RAMINTEN itu adalah sosok karakter beliau ketika berperan di ketoprak Jogja.Beliau juga punya lagu sendiri yang tentunya berbahasa jawa.Restaurant ini memiliki waitress menggunakan kemben,di dalamnya juga ada praktikum membatik hehe.Menu nya murah meriah .. padahal kalo di liat dari interior nya bisa di katakan The House of  Raminten adalah salah satu tempat makan yang cukup berkelas dan mahal.

Selain itu,beliau punya usaha yang cukup tersohor yaitu .. MIROTA BATIK,tempat dimana kebanyakan pelancong-pelancong membeli ole-ole dan souvenir.

2 thoughts on “Jogja I’m In Love | Never Ending Asia

  1. Pingback: Jill | Raini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s