Carrier Inside


Tik .. tik .. tik ..
Jam tangan ku berdetik kian melaju,hanya berharap waktu ku berjalan dengan cepat.Belakangan ini,hanya itu yang ku do’akan di awal pagi ku.Entah kenapa rasanya hawa negatif menyelubungi ruang ku.

Bagi mereka yang tiap kali hilir mudik di depan ku.dengan sebongkah kegundahan,raut wajah yang telah berubah menjadi kotak-kotak.Kening berkerut,mulut komat kamit.Kadang ku ingin sesekali menyimak betu-betul ada apa gerangan,tapi ku fikir rasanya lebih aman kalo aku tetap menggunakan Headphone ku saja,berpura-pura tidak tahu (padahal bohong),berpura – pura tidak mendengarkan apapun,tidak melihat apapun.Padahal aku terpaksa melihat buram nya suasana hati mereka.Ini masalah biasa,pekerjaan.Tapi sedih rasanya kalo hari demi hari penuh ketegangan,tinggal menunggu bom waktu meledak saja rasanya,jantungan.Tau-tau aku terkena serpihannya.

Pfhh .. aku sering berfikir,gimana rasanya jadi mereka yang bekerja penuh hura hara seperti itu,ketegangan jelas tersirat dari wajah-wajah indah itu.Belum lagi harus mengejar sesuatu,berlari,dan berfikir cepat,bernafas lega sejenak saja pasti akan di panggil lagi oleh ritme waktu.Oh damn.Tapi ini masalah pilihan dan pandangan.

I’ve been there.Cuma permasalahannya tentu berbeda di tiap-tiap bidang pekerjaan.Tahan banting nya juga beda,solusi nya apalgi.Cukup lah aku telah menghabiskan malam ku di antara riak-riak pekerjaan.Karena aku telah sempat merobohkan tubuh ini selama sepekan di Ruang rawat inap.Mengingat itu,ketika tubuh ini melakukan aksi demo cape nya,cukup sudah .. Aku berharap tidak akan ada lagi seperti itu,AKU BEKERJA & BERFIKIR TERLALU KERAS mungkin.Kasihan,tubuh ku yang malang.

Bukan lari dari setumpuk pekerjaan,justru aku sedang bingung kemana nakhoda ku membawa ku saat ini.My Carrier Path .. stuck begitu saja.Idem .. idem .. idem jawabannya.Lalu aku tertarik untuk membahas nya ” MENGAPA KITA HARUS LEMBUR ? “.

Waktu yang telah di tetapkan untuk bekerja biasanya berada di kisaran 8 – 10 jam per hari.Tapi sering kali kita menemukan lebih dari itu atau bahkan ada yang gemar mengurang-ngurangi nya.Perusahaan biasanya lebih senang dengan tipe karyawan yang dengan “suka rela” melakukan overtime atau lembur.Anggap saja sebagai proyek thank you.Mending kalo di nilai juga sebagai Loyalitas,parahnya kalo ini bukan sebuah award bagi karyawan tapi malah menjadi azas manfaat.Saya yakin tidak ada perusahaan yang dengan sengaja menjadi seperti ini.Tapi kembali ke pertanyaan pertama : Mengapa kita harus lembur ? Jika sudah ada ketentuan jam kerja.Bukankah kita masing-masing punya manajemen waktu ? Sudah seimbang kah hidup kita jika ternyata waktu kita lebih banyak di gunakan utnuk berfikir keras dan membanting tulang ?

Hitungan normal :

8 jam / hari  x 5 hari kerja = 40 Jam / minggu.

40 Jam x 4 Minggu = 160 Jam / bulan (untuk bekerja)

Hitungan abnormal : Overtime / Lembur / yang hobby bekerja  (12-14 jam per hari)

12 jam/hari x 5 hari kerja = 60 jam/minggu

60 jam x 4 minggu = 240 Jam / bulan (untuk hardworker)

Sedangkan kita hanya memiliki rata-rata 720 Jam per bulannya.Selisih hitungan waktu normal kita bekerja dengan yang tidak normal cukup banyak,yaitu 80 Jam.Cukup signifikan,andainya yang 80 jam itu bisa kita gunakan untuk menikmati Hasil jerih payah kita (biar tidak stress) ???

  • Sebagian orang bangga menjadi hardworker dengan sallary yang lebih dari cukup,dan posisi yang mantabh tentunya.
  • Sebagian lagi ada yang memilih bekerja ala kadarnya dengan pendapatan yang luar biasa dan posisi mapan.
  • Ada juga yang punya pekerjaan,pendapatan pas-pas’an dan posisi nya juga pas.Semua serba pas-pasa’an.
  • Sebagian lagi,ada yang hanya ingin memiliki pekerjaan saja sudah cukup.Masalah pendapatan ? syukur-syukur kalo cukup memenuhi kebutuhan harian.Posisi saja tidak sempat di pikir kan.

Kira-kira kita yang mana ? Mengapa kita harus lembur jika akhirnya kita tidak memiliki waktu yang cukup untuk menikmati hasil jerih payah kita ? Apakah tempat kita bekerja akan se-Care kita yang barangkali mati-matian menyelesaikan perkerjaan secepat kilat,jika sesuatu terjadi pada diri kita seperti sakit parah (karena kurang istirahat misalnya) apakah perusahaan akan se-care itu ? Paling cuma memberikan sejumlah dana untuk biaya pengobatan.Jatuhnya,lagi-lagi berupa Materi.Bukankah ketika kita lagi down bukan hanya MATERI saja yang di butuhkan ? Dukungan,perhatian,kasih sayang ? Akhirnya datang dari keluarga dan kerabat kita,yang notabene kita cuekkin karena kita terlalu asik bekerja.Tapi mereka selalu ada.

Apakah perusahaan akan berhenti ketika kita tiada ? Tidak

Apakah perusahaan akan berhenti beroperasi ketika kita tertimpa penyakit permanen (cacat) ? Tidak

Apakah perusahaan akan berhenti ketika kita mengundurkan diri  ? Tidak.

Perusahaan dengan sangat mudah mencari pengganti kita,tega nya ya ? Masih mau ngoyo ? Mungkin saat in kalian belum sependapat dengan ku,tapi ketika waktu nya tiba,cukup ingat saja paragraf-paragraf yang ku buat.Bukan ancaman loh hehe .. cuma saling mengingatkan,betapa pentingnya arti waktu dan kesehatan.

Ini bukan provokasi,hanya segelintir perspektif dari seorang aku.Diambil dari sebuah pengalaman yang tidak berharga bagi orang lain.Belajar rasional dan mencintai diri sendiri.Bekerja sesuai porsi dan kemampuan.Menjadi lebih itu bagus,tapi lebih pantas untuk menjadi BAIK.Baik dari segalanya.Hidup seimbang.


Note of the day : Cintai bidang pekerjaan mu,bukan perusahaan mu.

-Jie-

One thought on “Carrier Inside

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s