Kampung Mukmin


Hunting Lokasi,adalah bagian dari pekerjaan ku saat ini.Kemaren aku beredar ke sebuah daerah yang bernama Tanjung Piayu.Tadinya mo meng-explor apa aja yang terunik disana.Gue mulai dari searching sebuah tempat yang nyaman banged buat berbicara dengan TUHAN,Mushola 165.Tapi sayangnya,aku ga nemuin tuh tempat sampe matahari terbenam.Heran,sekaligus takjub .. sudah lebih dari 5x gue muter-muter di wilayah yang sama,tapi gue ga nemuin jalan menuju kesana,atau apa karena aku yang lupa ? Gak deh,aku yakin jalanan menuju kesana emang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi dan terjal,bisa di lalui menggunakan mobil itupun kalo sabar.Pake motor lebih aman.

Nyesek sekaligus kesal,koq ga nemu-nemu yah tempat nya,penasaran.Mmm akhirnya aku kelelahan dan sepeda motor ku juga mulai ngamuk.Sayup-sayup terdengar suara krikk .. krikk .. krikk di ban bagian depan,damn ! gawat .. bisa menggelinding tiba-tiba niy,fikirku.Baiklah ku lanjutkan jejak petualangan ku.

Yang paling istimewa dari semuanya adalah sebuah pengalaman spiritual yang tak henti-henti nya ku kejar.Ku telusuri Tg.piayu sampe ke bagian ujung.Walaupun ada perasaan was-was tapi aku nekad,wallahualam.Aku menemukan sebuah Maha Karya Illahi yang jujur saja, saat aku berada di sebuah kawasan yang bernama Piayu Laut,aku hanya bisa berbisik lirih .. ” Subhanallah “.Damai menyeruak seketika di hatiku .. (agak lebay,tapi beneran).

Tidak hanya keindahan yang di tawarkan,luas lautan yang menghampar biru membuat kedua mata ku berbinar-binar.Lahan sunyi yang tergeletak begitu saja membuat ku haus akan mendirikan sebuah rumah panggung kecil di sana.Angin nya tidak semilir lagi,kuenceng .. sanggup membuat bulu kuduk ku bergoyang.Sepi,sunyi dan cocok buat yang butuh refreshing dan bertapa (bukan merenungi nasib yah heheh).

Aku menemukan sebuah perkampungan yang hanya seluas beberapa hektar saja (gue lupa ).Tadinya berniat cuma untuk mengambil foto nya saja,karena dari kejauhan saja melihatnya,koq rasanya damai banged hati ini.Aku belum tahu kalo ternyata nama Kampung ini adalah Kampung Mukmin.Di dalamnya hanya berdiri beberapa rumah panggung yang serba Dhuafa,terbuat dari kayu-kayu hutan yang di desain rapi dan asri.Ada kolamnya juga dan Surau tempat mereka beribadah.

Aku disambut oleh seorang (yg bener2 Mukmin) ntah siapa namanya.Lalu aku di perkenalkan dengan Seorang Kepala kampung tersebut,aku sebut saja Pak Kyai.Pak Agus namanya.Kebetulan siang itu ia lagi santai berbincang-bincang dengan seorang tamu dari KPAID,mungkin salah satu Donatur di Kampung itu.Alhamdulillah, aku di persilahkan masuk ke dalam Surau di  area tersebut.Karena usut punya usut,ternyata tidak sembarangan orang mau di terima di Kampung ini.Syukurlah aku tergolong orang yang beruntung.

Kampung ini terdiri dari 10 KK dengan 40 Jiwa.Mereka memiliki metode ” Kebudayaan hidup kesempurnaan dengan tabiat Mukmin “.Pas banged,aku setuju untuk ini.Sebetulnya perkampungan ini adalah pesantren dengan konsep perkampungan.Di awal kedatangan ku,aku di suguhkan dengan minuman khas mereka yang berasal dari Bunga Rosella.Mmm .. awalnya agak ragu untuk mencicipi minuman hangat tersebut,tapi .. Bismillah .. ku serahkan pada Yang Kuasa,secara tempat ini asing bagi ku.(mawas diri *mode on*).

Aku menyampaikan maksud kedatangan ku.Bla .. bla .. hingga akhirnya aku mendapat sebuah wejangan spiritual.Banyak hal yang kita perbincangkan,kebanyakan masalah Tauhid dan pandangan hidup.Aku terharu,sampe tanpa ku sadari aku meneteskan air mata (sembunyi2).Betapa aku telah jauh meninggalkan Tuhan😦

Ia menyampaikan sebuah pesan singkat untuk ku : ” Jangan membuat Hukum di balik Hukum “.Ini adalah bentuk kekecewaan nya pada tabiat manusia zaman modern.Atau jangan-jangan  kita sendiri lah para pelakunya ?

Kyai Agus mengolah kampung ini dengan sangat tertata,mereka memiliki 7 aspek di dalamnya.

– Perikanan Darat dan Laut

– RS.Mental Spiritual

– Rumah Didikan Usuluddin alias pesantren

– Perkebunan

– Home Industry

– Pertamanan

Semua mereka kerjakan dengan pola yang seimbang dan sinkron dengan Ibadah.Bukan sekedar ibadah biasa tapi juga selalu punya waktu untuk bersenandung asma Allah setiap pagi hari.Beliau juga mengajarkan ku tentang ilmu tertinggi di dalam Islam,yaitu ILMU MENGENAL ALLAH.Banyak dari kita yang mengaku mengenal Sang Pencipta,tapi terkadang saat melaksanakan kewajiban-kewajiban itu,justru jiwa kita tertinggal entah dimana-dimana.” Barang siapa yang mengenal dirinya,maka ia mengenal Tuhan nya “Pemahaman yang masuk akal.

Beliau membagi ilmu nya tentang berbuat kebaikan.Diantaranya :

1.Khusnuzon (positive thingking)

Batangtubuh kita alias seluruh indera yang kita miliki harusnya terbimbing oleh Allah ? Sudahkah ?

2.Munajat

Setiap pagi,mereka selalu membuka Al-Qur’an dan menterjemahkan bersama-sama.Beliau menamakannya Membuka Al-Qur’an dengan Rasa,hmm .. istilah yang indah.

-Punya Progress dan Planning

-Perbanyak Istighfar –> Proses Koreksiness.

3.Ruh –> Kesadaran ekspresi hati tentang Allah.

Kyai Agus berusia sekitar 45 tahun.Beliau sedang memimpin proses penanaman Qurma di perkampungan Mukmin tersebut,sekitar 200 Pohon.Mudah-mudahan saja dapat tumbuh dan berbuah sesuai harapan,karena menurutnya Batam adalah Madinah.Seperti itulah ia mendukung program nya Pak Ismet agar Batam menjadi Batam yang Madani.Amien ..

Beliau adalah Kyai yang punya dasar Intelektualitas.Beliau pernah mengecap pendidikan di Jogja hingga perguruan tinggi.Seniman Intelek berbasis Mukmin , kata ku.Bacaannya pun luar biasa,dari metode bisnis sampe Quantum Learning.Ciri – ciri kehambaan pada Allah menurutnya adalah :

1.Memiliki pikiran Dinamis,tidak seperti katak di dalam tempurung.

2.Hati yang terbina dan lembut.

3.Bersunguh-sungguh dalam melakukan apapun.

Mudah-mudahan ada di dalam diri kita yahh ..

Aku pun berdoa,biar selanjutnya aku di perbolehkan untuk mencicipi Qurma dari Kampung Mukmin ini.Banyak yang datang silih berganti untuk pengobatan spiritual namun tidak banyak yang di perbolehkan masuk ke area ini dengan tujuan awal ku tadi,karena mereka tidak butuh promosi lokasi.Tapi setelah ku fikir-fikir hal ini BAIK untuk di sebarkan,makanya ku tulis disini dengan apa adanya,tanpa ku kurangi dan ku tambahi.Siapa tahu ada yang tergerak hati nya untuk mencari ilmu Ketuhanan disana.

Tapi .. datanglah dengan Niat baik.

Akhirnya aku hanya mampu berkata pada Beliau, ” Pak .. saya tidak akan mengekspos tempat ini dengan tujuan promosi bisnis,tapi bolehkah saya tetap mengambil foto nya untuk kepentingan diri saya sendiri ? Agar saya tahu,ada kebesaran Illahi di sudut kota ini “.

Berlebihan kah aku ? Ku rasa wajar saja,tapi emang belum terlihat wajar kalau kamu belum mengunjungi tempat ini,bukan sebagai tujuan wisata tapi sebagai tempat mengenal Allah.

*Maaf,saya tidak bisa menampilkan foto- foto nya*
*Saya berharap tulisan ini bermanfaat untuk kita semua,sekedar sharing kebaikan tanpa melebih2kan*

Jie


2 thoughts on “Kampung Mukmin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s