Filosofi Kopi


Obrolan tengah malam ku dengan seorang sahabat menjadi agak sedikit berkualitas malam ini.Even sebelumnya kita berdua sempat terkekeh-kekeh di tengah malam,menertawakan kebodohan masing-masing dan hanya ingin menghibur diri kami juga.Mata sudah mulai lelah sebetulnya,dari obrolan ringan sore hari sampai kami harus berpindah tempat dan menikmati makan malam tetap ngobrol banyak topik,itulah salah satu hobby ku.

Sahabat ku,mulai membuka kebodohan nya.Aku membuat coklat panas dan dia membuat kopi,favorit nya.Bukan apa-apa,hanya ” cara menyeruput ” kopi nya saja yang membuat ku geli dan ingin mencela nya.Tapi sepertinya nikmat sekali,dengan suara seruputan yang sllppphh .. menjadi bahan tertawaan konyol yang akhirnya ku dapatkan sebuah nilai hidup.Gilak ajah,ada filosofi hidup yang bisa di petik dari kebodohan sahabat ku menyeruput secangkir kopi.

Sebelumnya aku pernah membaca Filosofi Kopi-nya Dee,tapi ini bagian kesukaan ku.Tapi Anggap saja ini hanya Interpretasi ku.Yang mungkin juga bisa ” mengingatkan” kita lagi ketika sudah jauh.Di mulai dari sebuah celetukan :

” Rasa kopi nya mungkin dimana-mana sama,Coffee is Coffee.Tapi cara menikmatinya itu yang harus di bedain”.

Sebuah pesen yang umum ku dengar sebetulnya.Sebuah falsafah kehidupan dimana harusnya kita lah yang mengontrol cara menikmati hidup dan segenap problematikanya.Terkadang aku menikmati coklat panas ku hanya sekedar nya saja,hanay sebagai teman kerja,hanya sebagai penghangat saja,ternyata itu pun tidak lah cukup.Aku masih menyambi meminum nya hingga aku tidak mengerti dimana letak kenikmatan menyeruput Coklat Panasku,PROCESS ! Cuma terkadang sampe hari ini pun aku belum bisa menikmati coklat panas ku dengan senikmat itu.Pernah sih,tapi jarang sekali.

Memang daari awal aku selalu ingin menikmati proses kematangan diri.Proses hidup ku.Proses ku menjadi sesuatu.Tapi sepertinya belakangan aku telah melupakannya,aku lepas dari radar ku.Aku melambung terlalu tinggi.Hingga aku lupa dimana langkah kaki ku belajar terbang.Dari merangkak,Tertatih,terjatuh,dan meraba lagi .. terseok,terperosok dalam keegoan ku dan Bangkit,dengan kedua tangan ku yang lemah.CARA MENIKMATI HIDUP.

Satu pesan istimewa lagi ku dapatkan pagi ini dari orang tak pernah ku duga,bapak kantin ku.Jangan di pikirkan,jalani saja .. dan cari solusi.Setuju ! Itu aku,tapi aku telah kehilangan prinsip ku terlalu jauh ternyata.

Saat ku buka email,kudapatkan juga surat sederhana dari seorang sahabat.Ia kutip dari sebuah artikel.

Best Email of The day : Life is the coffee, and the jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided,So don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead.

Semua terjadi tidak secara kebetulan,It’s a Miracle of Life.It’s all about Coffee.

Terima kasih,karena kalian adalah penyempurna jarak pandang ku.

Jie.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s